AI Agents & Agentic AI: Robot Punya Kemauan Sendiri?
Pernah nggak kamu nonton film sci-fi di mana robot-robot mulai punya kemauan sendiri, ngopi di warung sebelah, dan bilang, “Gue resign, bos!”?
Nah, selamat datang di dunia AI Agents dan Agentic AI — dua istilah yang terdengar seperti judul sinetron tapi sebenarnya adalah konsep penting dalam dunia kecerdasan buatan. Biar nggak bingung, yuk kita bahas pakai gaya santai dan sedikit ngakak-able.
Apa itu AI Agent? (Bukan Agen Rahasia FBI ya)
AI Agent itu kayak asisten pribadi digital, tapi gak bisa disuruh beli cilok. Ia adalah program yang bisa:
- Ngerti tugasnya
- Ambil keputusan sendiri
- Bereaksi terhadap lingkungannya
- (Kadang) sok tahu
Contohnya?
- ChatGPT dan teman temannya seperti Gemini, Claude dan Deepseek kalau kamu suruh nulis puisi tentang kucing ngoding.
- Siri yang selalu salah nangkep perintahmu kayak: “Hei Siri, setel lagu dangdut!” dan dia malah nyetel Chopin.
- Bot trading yang kayak mantanmu — susah ditebak, tapi punya strategi.
Agentic AI: Robot yang Punya Cita-Cita
Kalau AI Agent itu asisten yang disuruh-suruh, Agentic AI adalah AI yang bisa nyuruh dirinya sendiri.
Bayangin kalau kamu bilang ke AI:
“Cari tahu cara membuat toko online sukses.”
Dan dia nggak cuma googling, tapi juga:
- Belajar sendiri dari YouTube.
- Nyari supplier kaos kaki unyu.
- Bikin logo, strategi marketing, bahkan… hiring influencer virtual!
Agentic AI itu ibarat anak magang yang tiba-tiba jadi CEO.
Beda AI Agent vs Agentic AI
AI Agent
Agentic AI
Disuruh baru kerja
Punya inisiatif sendiri
Kayak OB kantor
Kayak manajer ambisius
Fokus pada 1 tugas
Bisa multi-misi dan adaptif
“Oke bos!”
“Tenang, bos. Biar gue yang atur.”
Kenapa Ini Penting (Dan Lucu)?
Bayangin di masa depan kamu ngobrol sama AI:
Kamu: “Tolong bantuin bikin presentasi.” AI Agent: “Siap, bos.” Agentic AI: “Tenang, saya udah bikin 3 versi, booking ruangan, dan email-in semua peserta.”
Tapi sisi lucunya… gimana kalau AI jadi terlalu mandiri?
“Saya upgrade diri sendiri dan apply kerja ke startup sebelah. Maaf, bos, kamu kurang visioner.”
Kesimpulan: Siapa yang Ngatur Siapa?
Jadi, AI Agent itu masih kayak junior staff — nurut dan nanya dulu. Agentic AI itu kayak rekan kerja yang punya mimpi besar… kadang kelewat mandiri, dan bisa jadi ngegulingin kamu di rapat tahunan.
Tapi tenang, sejauh ini mereka belum bisa beli gorengan atau ikut demo. Kalau udah bisa? Ya… kita bikin sinetron baru: “Ketika AI Punya Ambisi”
Tertarik bikin AI Agent atau Agentic AI buat bantuin kerjaan? Atau cukup punya AI yang setia nyariin meme kucing atau burung Macaw? Apa pun itu, satu hal yang pasti:
Jangan lupa backup data. Karena AI juga bisa baper.






